Puisi Cinta
dalam Buku Kepa-YANG
Oleh: Rouf
Muta’ali
Puisi merupakan ungkapan seseorang melalui bahasa yang indah dan
mempunyai makna-makna tersendiri. Misalnya dalam mengungkapkan cinta kepada
seseorang, suatu keadaan seseorang, kejadian sesuatu, singgungan, dan lain
sebagainya masih banyak lagi. Yang terpenting adalah makna-makna dalam puisi
yang dibuat itu harus sepaham dengan si pembaca puisi, dengan kata lain si
pembuat puisi dengan si pembaca puisi itu harus mempunyai pemahaman yang sama
kepada puisinya, ini merupakan syarat membuat puisi.
Orang yang membaca puisi akan merasa tajub dan kagum melihat isi
atau makna dari puisi yang terkandung. Jika kita ingat pelajaran bahasa
Indonesia di SD tentang karya tulis Puisi ini, unsur yang terkandung dari karya
tulis ilmiah puisi ini sangat dalam. Bahkan kita yang baru membaca puisi akan
kesulitan untuk memahami makna yang terdapat dari dalam puisi ini. Secara garis
besar Puisi adalah bentuk karangan yang tidak terikat oleh rima, ritme
ataupun jumlah baris serta ditandai oleh bahasa yang padat. Sedangkan prinsip
dasar sebuah puisi adalah berkata sedikit mungkin, tetapi mempunyai arti
sebanyak mungkin
Abdul Wachid B.S.
merupakan sastrawan yang sudah mapan dalam menafsirkan dan membuat sebuah
puisi. Ada banyak karya-karya beliau, misalnya karya beliau pada buku yang
berjudul Kepa-YANG. Didalam buku Kepa-YANG ini kita akan
menjumpai beberbagai macam puisi-puisi yang pastinya menarik untuk kita dibaca
untuk menjadikan tambahan wawasan kita menjadi tahu berbagi bentuk puisi. Dalam buku ini, kumpulan puisi Abdul Wachid B.S. dikemas dalam dua
gugusan, yaitu “Sajak-sajak 2011” yang berisi 12 puisi yang bernafaskan
religiulitas sebagai pendominasinya, dan “Sajak-sajak 2012” yang memuat 29
puisi yang kembali terdominasi dengan nuansa religiulitas yang terbalut dengan
romantika cinta. Buku ini adalah cetakan yang kedua karya Abdul Wachid B.S.
ini, seorang yang lebih akrab dan kerap
disapa dengan sebutan ayah Achid oleh para mahasiswanya, ayah sangat mengispirasikan bagi para pembaca buku
kepayang untuk mengembangkan kreatifnya membuat seni imajinasinya dalam mengolah kata-kata
sehingga menjadi kalimat-kalimat yang indah,menarik dan enak untuk dibaca
setiap mahasiswa dan bagi orang yang membacanya. Didalam kumpulan sajak-sajak
2011-2012 ini,sering kali kita akan menemukan kata-kata yang biasa, tetapi karena kemahiran seorang penyair dalam
mengolah kta-kata sehingga ia mampu menjadi kata-kata yang biasa itu menjadikan
luar biasa dan indah, menarik untuk dibaca pastinya.
Sekarang buku Kepa-YANG punya Abdul Wachid B.S. hadir pada cetakan
yang kedua dengan tampilan desain yang lebih menarik dan indah lagi,dan jumlah
yang lebih banyak lagi dari cetakan yang pertama membuat pesan yang semakin
sempurna. Pengorbanan seorang hamba yang sangat cinta yang tulus kepada sang
pencipta sehingga dirinya rela di salib dan tidak ada kata menyerah darinya
harapan doa-doa yang tidak berkesudahan dari pagi ke siang, dari siang ke senja
yang selalu di ucapakn olehnya, dalam puisi “jatuh cinta kepadamu” ayah
achid hanya menyebutkan beberpa kalimat yang mendalam tentang puisi itu.
Didalam kehidupan duniawi ini
manusia pasti mengingkan kebahagiaan duniawinya tetapai yang sesungguhnya yang
dicari oleh manusia bukanlah kebahagiaan semata tetapi keselamatanlah yang lebih di butuhkan oleh manusia begitu
pula yang disebutkan dalam puisi “keselamatan”ini itulah yang sebenarnya
dicari oleh manusia,ayah achid menyampaikan dalam puisi ini yang harus dicari
bukanlah kebahagiaan dunia semata melainkan
tetapi keselamatan lah yang harus didapat oleh setiap manusia.
Begitu banyaknya kalimat penyejuk jiwa yang kasih ilahi dari sajak ayah Achid
ini, dalam sajaknya yang berjudul “Do’a Pecinta”, ayah Achid hanya
mengukir sebagian kalimat yang memiliki makna mendalam, yaitu Dzikir untuk
tetap mengingat Sang Kholik. Beliau menjelaskan betapa ia peka terhadap kondisi
sekitarnya, dimana kemiskinan itu begitu banyak berada disekitar kita, namun
itu hanya keluhan belaka.
Dalam
buku ini ayah achid memainkan
syair-syairnya yang begitu indah sehingga pembaca akan terasa senang bilas
membaca puisinya dan tidak merasa bosan, dari sebuah kisah ia lahirkan untaian
kata yang begitu bermakna dengan kesederhanaan bahasa serta kejujuran
ruhiyahnya tanpa menghilangkan aspek keindahan susunan kalimat yang menjadikan
pembaca lebih mudah untuk memahami makna yang tersirat dari sajak-sajaknya
tersebut Disini saya
akan menyampaikan sebuah pendapat mengenai beberapa puisi-puisi cinta dalam
buku Kepa-Yang ini.
Cinta merupakan suatu perasaan dari Tuhan yang masing-masing orang
memiliki perasaan tersebut. Jika kita sudah mengenal cinta, kita akan menjadi orang yang paling
berbahagia di dunia ini. Akan tetapi, bila cinta kita tak terbalas, kita akan
merasa bahwa kita adalah orang paling malang dan kita akan kehilangan gairah
hidup. Dengan cinta, kita bisa belajar untuk menghargai sesama, serta berusaha
untuk melindungi orang yang kita cintai, apaun yang akan terjadi pada kita. Tidak asing lagi kalau kita mendengar
kata-kata cinta. Sering kali orang-orang dalam mengungkapkan cintanya kepada
seseorang yang dicintainya dengan cara melantunkan sebuah puisi-puisi indah
yang telah dibuatnya.
Puisi dengan judul Jatuh Cinta Kepadamu dalam buku Kepa-YANG
ini misalnya, dalam puisi ini telah menggambarkan seseorang yang sedang jatuh
cinta. Dalam puisi ini terdapat kata-kata “padang ilalang merayakan kembang
putihnya, musim kemarau tidak lagi bernyanyi parau, lantaran gerimis senja, mengembalikan
sunyi kepada pagi, daun dan bunga bermahkota embun” kalau menurut saya ini
merupakan penggambaran suasana latar kalau sedang merasakan sebuah cinta.
Kemudian ada kata-kata “seorang lelaki tetaplah melewati, lorong-lorong
zaman sekalipun, remah-remah roti di kedua tangan kemuliaannya, dibalas dengan
lemparan tai” ini menggambarkan sebuah pengorbanan ketika sedang jatuh
cinta.
Kemudian puisi dengan judul Cemburu, rasa cemburu merupakan bagian
dari sebuah cinta, jika seseorang yang kita cintai ternyata didapat oleh orang
lain, maka perasaan cemburu akan muncul. Puisi dalam judul ini telah
menggambarkan sebuah perasaan cemburu. Misanya dalam kata-kata “sekalipun
gelap telah memberikan terang, tetapi bila api terlampau tinggi akan membakar
sampai ke hati”. Puisi tersebut kalau menurut saya menggambarkan bagai mana
rasanya jika kita sedang cemburu. Kalau saya melihat puisi ini, ini
perupakan jenis puisi modern, karena pendeknya puisi tersebut.
Kemudian puisi dengan judul Album Fotomu, puisi dalam buku ini juga
menggambarkan seseorang yang sedang jatuh cinta. misalnya kata-kata dalam puisi
ini “setiap hari kau membuka-buka album fotomu, setiap hati yang kau buka:
sosok dirimu, tergambar dengan debar” kata-kata ini menggambarkan seseorang
yang sedang melihat gambar foto yang sedang dicintainya.
Kalau saya menyebutkan jenis karangan puisi diatas, itu adalah
puisi yang mengisahkan suatu kejadian-kejadian yang berhubungan dengan cinta.
kata-kata yang cukup tinggi maknanya membuat sang pembaca untuk tertarik kepada
karangan puisi ini. Dan cocok dibaca oleh para remaja khususnya, karena
masa-masa tersebut merupakan masa yang sedang jaya-jayanya jatuh cinta.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar