Jumat, 16 September 2016

Esay (Buku: Kepa-YANG, karya: Abdul Wchid B.S.)

Puisi Cinta dalam Buku Kepa-YANG
Oleh: Rouf Muta’ali


Puisi merupakan ungkapan seseorang melalui bahasa yang indah dan mempunyai makna-makna tersendiri. Misalnya dalam mengungkapkan cinta kepada seseorang, suatu keadaan seseorang, kejadian sesuatu, singgungan, dan lain sebagainya masih banyak lagi. Yang terpenting adalah makna-makna dalam puisi yang dibuat itu harus sepaham dengan si pembaca puisi, dengan kata lain si pembuat puisi dengan si pembaca puisi itu harus mempunyai pemahaman yang sama kepada puisinya, ini merupakan syarat membuat puisi.
Orang yang membaca puisi akan merasa tajub dan kagum melihat isi atau makna dari puisi yang terkandung. Jika kita ingat pelajaran bahasa Indonesia di SD tentang karya tulis Puisi ini, unsur yang terkandung dari karya tulis ilmiah puisi ini sangat dalam. Bahkan kita yang baru membaca puisi akan kesulitan untuk memahami makna yang terdapat dari dalam puisi ini. Secara garis besar Puisi adalah bentuk karangan yang tidak terikat oleh rima, ritme ataupun jumlah baris serta ditandai oleh bahasa yang padat. Sedangkan prinsip dasar sebuah puisi adalah berkata sedikit mungkin, tetapi mempunyai arti sebanyak mungkin
            Abdul Wachid B.S. merupakan sastrawan yang sudah mapan dalam menafsirkan dan membuat sebuah puisi. Ada banyak karya-karya beliau, misalnya karya beliau pada buku yang berjudul Kepa-YANG. Didalam buku Kepa-YANG ini kita akan menjumpai beberbagai macam puisi-puisi yang pastinya menarik untuk kita dibaca untuk menjadikan tambahan wawasan kita menjadi tahu berbagi bentuk puisi. Dalam buku ini, kumpulan puisi Abdul Wachid B.S. dikemas dalam dua gugusan, yaitu “Sajak-sajak 2011” yang berisi 12 puisi yang bernafaskan religiulitas sebagai pendominasinya, dan “Sajak-sajak 2012” yang memuat 29 puisi yang kembali terdominasi dengan nuansa religiulitas yang terbalut dengan romantika cinta. Buku ini adalah  cetakan yang kedua karya Abdul Wachid B.S. ini, seorang yang lebih akrab dan  kerap disapa dengan sebutan ayah Achid oleh para mahasiswanya, ayah  sangat mengispirasikan bagi para pembaca buku kepayang untuk mengembangkan kreatifnya membuat  seni imajinasinya dalam mengolah kata-kata sehingga menjadi kalimat-kalimat yang indah,menarik dan enak untuk dibaca setiap mahasiswa dan bagi orang yang membacanya. Didalam kumpulan sajak-sajak 2011-2012 ini,sering kali kita akan menemukan kata-kata yang  biasa, tetapi  karena kemahiran seorang penyair dalam mengolah kta-kata sehingga ia mampu  menjadi kata-kata yang biasa itu menjadikan luar biasa dan indah, menarik untuk dibaca pastinya.
            Sekarang buku Kepa-YANG  punya Abdul Wachid B.S. hadir pada cetakan yang kedua dengan tampilan desain yang lebih menarik dan indah lagi,dan jumlah yang lebih banyak lagi dari cetakan yang pertama membuat pesan yang semakin sempurna. Pengorbanan seorang hamba yang sangat cinta yang tulus kepada sang pencipta sehingga dirinya rela di salib dan tidak ada kata menyerah darinya harapan doa-doa yang tidak berkesudahan dari pagi ke siang, dari siang ke senja yang selalu di ucapakn olehnya, dalam puisi “jatuh cinta kepadamu” ayah achid hanya menyebutkan beberpa kalimat yang mendalam tentang puisi itu.
           Didalam kehidupan duniawi ini manusia pasti mengingkan kebahagiaan duniawinya tetapai yang sesungguhnya yang dicari oleh manusia bukanlah kebahagiaan semata tetapi keselamatanlah  yang lebih di butuhkan oleh manusia begitu pula yang disebutkan dalam puisi “keselamatan”ini itulah yang sebenarnya dicari oleh manusia,ayah achid menyampaikan dalam puisi ini yang harus dicari bukanlah kebahagiaan dunia semata melainkan  tetapi keselamatan lah yang harus didapat oleh setiap manusia.
 Begitu banyaknya kalimat penyejuk  jiwa yang kasih ilahi dari sajak ayah Achid ini, dalam sajaknya yang berjudul “Do’a Pecinta”, ayah Achid hanya mengukir sebagian kalimat yang memiliki makna mendalam, yaitu Dzikir untuk tetap mengingat Sang Kholik. Beliau menjelaskan betapa ia peka terhadap kondisi sekitarnya, dimana kemiskinan itu begitu banyak berada disekitar kita, namun itu hanya keluhan belaka.
Dalam buku ini  ayah achid memainkan syair-syairnya yang begitu indah sehingga pembaca akan terasa senang bilas membaca puisinya dan tidak merasa bosan, dari sebuah kisah ia lahirkan untaian kata yang begitu bermakna dengan kesederhanaan bahasa serta kejujuran ruhiyahnya tanpa menghilangkan aspek keindahan susunan kalimat yang menjadikan pembaca lebih mudah untuk memahami makna yang tersirat dari sajak-sajaknya tersebut Disini saya akan menyampaikan sebuah pendapat mengenai beberapa puisi-puisi cinta dalam buku Kepa-Yang ini.
Cinta merupakan suatu perasaan dari Tuhan yang masing-masing orang memiliki perasaan tersebut. Jika kita sudah mengenal cinta, kita akan menjadi orang yang paling berbahagia di dunia ini. Akan tetapi, bila cinta kita tak terbalas, kita akan merasa bahwa kita adalah orang paling malang dan kita akan kehilangan gairah hidup. Dengan cinta, kita bisa belajar untuk menghargai sesama, serta berusaha untuk melindungi orang yang kita cintai, apaun yang akan terjadi pada kita.  Tidak asing lagi kalau kita mendengar kata-kata cinta. Sering kali orang-orang dalam mengungkapkan cintanya kepada seseorang yang dicintainya dengan cara melantunkan sebuah puisi-puisi indah yang telah dibuatnya.
Puisi dengan judul Jatuh Cinta Kepadamu dalam buku Kepa-YANG ini misalnya, dalam puisi ini telah menggambarkan seseorang yang sedang jatuh cinta. Dalam puisi ini terdapat kata-kata “padang ilalang merayakan kembang putihnya, musim kemarau tidak lagi bernyanyi parau, lantaran gerimis senja, mengembalikan sunyi kepada pagi, daun dan bunga bermahkota embun” kalau menurut saya ini merupakan penggambaran suasana latar kalau sedang merasakan sebuah cinta. Kemudian ada kata-kata “seorang lelaki tetaplah melewati, lorong-lorong zaman sekalipun, remah-remah roti di kedua tangan kemuliaannya, dibalas dengan lemparan tai” ini menggambarkan sebuah pengorbanan ketika sedang jatuh cinta.
Kemudian puisi dengan judul Cemburu, rasa cemburu merupakan bagian dari sebuah cinta, jika seseorang yang kita cintai ternyata didapat oleh orang lain, maka perasaan cemburu akan muncul. Puisi dalam judul ini telah menggambarkan sebuah perasaan cemburu. Misanya dalam kata-kata “sekalipun gelap telah memberikan terang, tetapi bila api terlampau tinggi akan membakar sampai ke hati”. Puisi tersebut kalau menurut saya menggambarkan bagai mana rasanya jika kita sedang cemburu. Kalau saya melihat puisi ini, ini perupakan jenis puisi modern, karena pendeknya puisi tersebut.
Kemudian puisi dengan judul Album Fotomu, puisi dalam buku ini juga menggambarkan seseorang yang sedang jatuh cinta. misalnya kata-kata dalam puisi ini “setiap hari kau membuka-buka album fotomu, setiap hati yang kau buka: sosok dirimu, tergambar dengan debar” kata-kata ini menggambarkan seseorang yang sedang melihat gambar foto yang sedang dicintainya.
Kalau saya menyebutkan jenis karangan puisi diatas, itu adalah puisi yang mengisahkan suatu kejadian-kejadian yang berhubungan dengan cinta. kata-kata yang cukup tinggi maknanya membuat sang pembaca untuk tertarik kepada karangan puisi ini. Dan cocok dibaca oleh para remaja khususnya, karena masa-masa tersebut merupakan masa yang sedang jaya-jayanya jatuh cinta.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar